iklim matahari
TUGAS GEOGRAFI
Nama :
Hana Rokhichatul Janah
Kelas :
X pms 2
Lintas minat :
2
1.
Apa yang dimaksud iklim matahari ? sebutkan jenisnya!
Jawab :
Iklim matahari adalah iklim yang
di dasarkan pada perbedaan panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi.
Iklim matahari dapat dibagi menjadi 4 yaitu iklim tropis, iklim subtropik,
iklim sedang dan iklim dingin.
§
Iklim tropis terletak diantara 230 LU-230 LS.
Di daerah ini terdapat iklim ekuatorial yang terletak
§
antara 100LU-100 LS dan iklim tropis yang
terletak antara 100LU-23,50 LU dan 100 LS-23,50 LS.
§
Iklim subtropis terletak di daerah (230-350) baik LU maupun LS
§
Iklim sedang terletak di daerah (350-660) baik LU maupun LS
§
Iklim dingin terletak di daerah (660-900) baik LU maupun LS
2.
Apa yang dimaksud iklim fisis? Sebutkan jenisnya!
Jawab :
Iklim fisis adalah iklim yang
menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wailayah muka bumi sebagai
hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Dasar penentu
iklim adalah pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin san
curah hujan. Iklim terbagi atas 4 iklim yaitu iklim laut, iklim darat, iklim
daratan tinggi, iklim gunung dan pegunungan serta iklim muson.
iklim laut
iklim laut (maritim) daerah tropis
dan di daerah sedang berbeda.
Ciri-ciri iklim laut di daerah
tropis dan sub tropis:
1.
suhu rata-rata tahunan rendah
2.
amplitudo suhu harian kecil
3.
banyak awan serta sering terjadi hujan lebat disertai badai
ciri-ciri iklim laut di daerah
sedang:
1.
amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
2.
banyak awan, banyak hujan di musim dingin
3.
pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak
iklim darat
ciri-ciri iklim darat di daerah
tropis:
1.
amplitudo suhu harian sangat besar, sedangkan tahunannya kecil
2.
curah hujan sedikit, sebentar dan di sertai taufan
ciri-ciri iklim darat di daerah
sedang:
1.
amplitudo suhu harian besar
2.
suhu rata-rata musim panas cukup tinggi dan musim dingin rendah
3.
curah hujan sangat sedikit dan jatuh hujan pada musim panas
Iklim daratan tinggi
Ciri -ciri:
1.
amplutido suhu harian dan tahunan besar
2.
udara kering, lengas nisbi sangat rendah dan jarang turun hujan
Iklim gunung
Ciri -ciri:
1.
amplitudo suhu kecil dibandingkan iklim daratan tinggi
2.
hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayang-
bayang hujan
3.
kadang banyak turun salju
Iklim muson (musim)
iklim di daerah-daerah yang
dilalui angin muson yang berganti arah setiap setengah tahun.
Ciri-ciri:
1.
setengah tahun bertiup angin laut yang basah yang akan menimbulkan hujan
2.
setengah tahun berikutnya bertiup angin darat yang kering akan menimbulkan
musim kemarau
3. Sebutkan ciri-ciri iklim laut dan
iklim muson!
Jawab :
Iklim laut
iklim laut (maritim) daerah tropis dan di daerah sedang berbeda.
A. Ciri-ciri iklim laut
di daerah tropis dan sub tropis:
Ø
suhu rata-rata tahunan rendah
Ø
amplitudo suhu harian kecil
Ø
banyak awan serta sering terjadi hujan lebat disertai badai
B.
Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang:
Ø
amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
Ø
banyak awan, banyak hujan di musim dingin
Ø
pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak
C.
iklim muson (musim)
iklim di daerah-daerah yang
dilalui angin muson yang berganti arah setiap setengah tahun.
Ciri-ciri:
Ø
setengah tahun bertiup angin laut yang basah yang akan menimbulkan hujan
Ø
setengah tahun berikutnya bertiup angin darat yang kering akan menimbulkan
musim kemarau
4.
Sebutkan ciri-ciri iklim darat atau kontinental! Berikan contoh negara yang
beriklim kontinental!
Jawab :
Iklim darat
ciri-ciri iklim darat di daerah
tropis:
ü
amplitudo suhu harian sangat besar, sedangkan tahunannya kecil
ü
curah hujan sedikit, sebentar dan di sertai taufan
ciri-ciri iklim darat di daerah
sedang:
ü
amplitudo suhu harian besar
ü
suhu rata-rata musim panas cukup tinggi dan musim dingin rendah
ü
curah hujan sangat sedikit dan jatuh hujan pada musim panas
Wilayah yang memiliki iklim
kontinental terletak di Belahan Utara, dan juga pada wilayah dengan ketinggian yang tinggi,
misalnya Republik Makedonia.
5. Jelaskan pembagian iklim menurut jung hunn!
Jawab :
Klasifikasi iklim menurut Junghunn
F. Junghuhn
seorang berkebangsaan Belanda mengadakan penelitian di Sumatra Selatan dan
Dataran Tinggi Bandung. Berdasarkan hasil penelitiannya F. Junghuhn
membagi iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat.
Empat daerah iklim menurut F. Junghuhn adalah
sebagai berikut:
o
Zona Iklim Panas
Zona iklim panas
terletak pada daerah dengan ketinggian antara 0 – 650
meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C.
meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C.
o
Zona Iklim
Sedang
Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara 650 – 1500
meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C.
Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara 650 – 1500
meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C.
o
Zona Iklim Sejuk
Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500
meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C.
Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500
meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C.
o
Zona Iklim
Dingin
Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas 2500 meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C.
Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas 2500 meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C.
6.
Jelaskan pembagian iklim menurut Koppen!
Jawab :
Klasifikasi iklim menurut Koppen
Seorang ahli
klimatologi dari Universitas Graz Austria, Wladimir Koppen (1918) mencoba membuat sistem peng golongan iklim
dunia berdasarkan unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan,
suhu, dan kelembapan.
Klasifikasi iklim Koppen menggunakan sistem huruf. Huruf pertama dalam
sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas 5 huruf kapital yang menunjukkan
karakter suhu atau curah hujan.
Kelima jenis iklim tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Iklim A (Iklim tropis), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin masih lebih dari 18°C.
Adapun rata-rata kelembapan udara senantiasa tinggi.
2. Iklim B (Iklim arid atau kering), ditandai dengan rata-rata proses penguapan air
selalu tinggi dibandingkan dengan curah hujan yang jatuh, sehingga tidak ada
kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen.
3. Iklim C (Iklim
sedang hangat atau mesothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah di atas -3°C,
namun kurang dari 18°C. Minimal ada satu bulan yang melebihi ratarata suhu di
atas 10°C. Iklim C ditandai dengan adanya empat musim (spring, summer,
autumn, dan winter).
4. Iklim D (Iklim
salju atau mikrothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah kurang dari
–3°C.
5. Iklim E (Iklim
es atau salju abadi), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terpanas kurang dari 10°C. Di
kawasan iklim E tidak terdapat musim panas yang jelas.
Huruf kedua
menunjukkan tingkat kelembapan, tingkat kekeringan, atau kebekuan wilayah.
Untuk tipe
iklim A, C, dan D huruf
keduanya antara lain:
§ huruf f menunjukkan
lembap, ditandai dengan curah hujan cukup setiap bulan dan tidak terdapat musim
kering;
§ huruf w menandai
periode musim kering jatuh pada musim dingin (winter);
§ huruf s menandai
periode musim kering jatuh pada musim panas (summer);
§ huruf m menunjukkan
muson, ditandai dengan adanya musim kering yang jelas walaupun periodenya
pendek.
Khusus untuk
tipe iklim B, huruf keduanya adalah:
§ huruf s (steppa atau semi
arid), ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 380 mm –
760 mm, dan
§ huruf w (gurun atau
arid), ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan kurang dari 250 mm.
Khusus untuk
tipe iklim E, huruf keduanya adalah:
§ huruf t artinya tundra;
§ huruf f artinya salju
abadi (senantiasa tertutup es);
§ huruf h artinya iklim
salju pegunungan tinggi.
Kombinasi dari
kedua kelompok huruf dalam sistem penggolongan iklim Koppen adalah sebagai
berikut.
o Af artinya iklim hutan
hujan tropis.
o Aw artinya iklim savana
tropis.
o Am artinya pertengahan
antara iklim hutan hujan tropis dan savana.
o BS artinya iklim steppa.
o BW artinya iklim gurun.
o Cw artinya iklim
mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan winter yang
kering.
o Cs artinya iklim
mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan summer yang
kering.
o Cf artinya iklim mesothermal
lembap (iklim hujan sedang) dan lembap sepanjang tahun.
o Df artinya iklim
mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) dan lembap sepanjang tahun.
o Dw artinya iklim
mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) dengan winter yang kering.
o ET artinya iklim tundra.
o EF artinya iklim kutub
(senantiasa beku).
o EH artinya iklim salju
pegunungan tinggi.
Tabel iklim
kopen
Tipe Iklim
|
Ciri-ciri
iklim
|
Vegetasi
|
Persebaran
|
Af = iklim
hujan tropik
|
Mempunyai
temperatur yang sangat seragam tinggi antara 25o-44oC. Hujan lebat dan
merata sepanjag tahun
|
Hutan Hujan
Tropis Hutan musiman
|
Berada di
wilayah ekuator (daerah yang beriklim tropis). Asia, amerika selatan dan
afrika (kongo).
|
Aw = Iklim
savana tropik
|
Mempunyai
jumlah hujan yang lebih sedikit Hujan tidak merata dan tidak teratur
sepanjang tahun (ada musim hujan dan musim kemarau)
|
Savanna
|
Berada di
wilayah perbatasan antara iklm subtopis dan iklim tropis.(Afrika)
|
Bs = iklim
stepa
|
Mempunyai
iklim ekstrem (kering) Temperatur dibatasi oleh iklim Aw pada arah
ekuator Hujan lebih sedikit
|
Stepa
|
Peralihan
antara iklim lembab dan padang pasir.
|
Bw = iklim
gurun
|
Mempunyai
iklim ekstremkelembaban udara rendahPada siang hari suhu mencapai 45 C, malam
bisa mencapai 0 C
|
Padang pasir
(gurun)
|
Berada pada
iklim tropis dan subtropis. (australia utara, arab, cina)
|
Cs = iklim hutan
sedang, panas dengan musim panas yang kering
|
Pada
bulan-bulan musim dingin temperatur rata-rata antara 4-10oC dan musim panas
21-26Oc Curah hujan pada musim dingin sangat kecil (375-625 mm) dan pada
musim panas sama sekali kering.
|
Stepa
|
Berada di
iklim subtropis (chili, kalifornia tengah, Afrika selatan)
|
Da = iklim
kontinental lembab, musim panas yang hangat
|
Musim panas
panjang, hangat dan lembab Temperatur pada musim dingin
rendah Curah hujan lebih sedikit
|
Padang rumput
(prairi)
|
Berada pada
wilayah yang memiliki iklim kontinental seperti amerika serikat, dan Eropa
|
Et = iklim tundra
|
Temperatur
bulan terpanas antara 0-10c Curah hujan sangat rendah
|
Tundra (lumut)
|
Berada di
wilayah yang berbatasan antara iklim pertengahan dengan iklim es abadi.
(Amerika Utara dan Greenland)
|
Ef = iklim es
abadi
|
Temperatur
paling rendah (< - 20) Curah hujan turun sebagai salju
|
Tidak ada
vegetasi
|
Berada di
wilayah antartika
|
7.
Menurut Koppen Indonesia berikklim apa?
Jawab :
Tipe iklim :
Af = iklim hujan tropik
Ciri-ciri iklim : Mempunyai
temperatur yang sangat seragam tinggi antara 25o -40oC. Hujan
lebat dan merata sepanjag tahun.
Vegetasi :
Hutan Hujan
Tropis Hutan musiman
Persebaran :
Berada di wilayah ekuator (daerah yang beriklim tropis). Asia, Amerika selatan
dan Afrika (Kongo).
8. Jelaskan pembagian iklim menurut
Schmid – Ferguson!
Jawab :
Klasifikasi iklim menurut Schmidt–Ferguson
Schmidt–Ferguson
mengklasifikasikan iklim berdasarkan jumlah rata-rata bulan kering dan jumlah
rata-rata bulan basah. Suatu bulan disebut bulan kering, jika dalam satu bulan
terjadi curah hujan kurang dari 60 mm. Disebut bulan basah, jika dalam satu
bulan curah hujannya lebih dari 100 mm.
Kriteria yang
digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan lembab dan kering adalah sebagai
berikut :
§ Bulan Basah (BB) : jumlah curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.
§ Bulan Lembab (BL) : jumlah curah hujan antara 60-100 mm/bulan.
§ Bulan Kering (BK) : jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/bulan
Iklim Schmidt
dan Ferguson sering disebut juga Q model karena didasarkan atas nilai Q. Nilai
Q merupakan perbandingan jumlah ratarata bulan kering dengan jumlah rata-rata
bulan basah. Nilai Q dirumuskan sebagai berikut.
Klasifikasi
iklim Schmidt dan Ferguson yaitu sebagai berikut:
Zona Iklim
|
Keterangan
|
A
|
Wilayah sangat
basah dengan vegetasi hutan hujan tropika
|
B
|
Wilayah basah
dengan masih vegetasi hutan hujan tropika
|
C
|
Wilayah yang
agak basah dengan vegetasi hutan rimba, di antaranya terdapat jenis vegetasi
yang daunnya gugur pada musim kemarau, misal jati
|
D
|
Wilayah sedang
dengan vegetasi hutan musim
|
E
|
Wilayah agak
kering dengan vegetasi hutan sabana
|
F
|
Wilayah kering
dengan vegetasi hutan sabana
|
G
|
Wilayah sangat
kering dengan vegetasi padang ilalang
|
H
|
Wilayah luar
biasa kering (ekstrim kering) dengan vegetasi padang ilalang
|
9. Perhatikan tabel dibawah ini!
Data curah hujan desa X. Sbb :
Bulan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
mm
|
101
|
110
|
94
|
91
|
80
|
76
|
60
|
57
|
48
|
42
|
61
|
97
|
Tentukan iklim desa X menurut Schmidt dan
Ferguson!
Jawab :
v
Bulan 1 s.d 2 : bulan
basah
v
Bulan ke- 3,4,5,6,7,11,12 :
bulan lembab
v
Bulan ke 8 s.d 10 :
bulan kering
Dari data di atas
dapat disimpulkan bahwa desa X beriklim lembab.
10. Sebutkan jenis-jenis awan!
Jawab :
KLASIFIKASI AWAN
Pada tahun 1894, Komisi Cuaca
Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi,
awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal.
1.Kelompok Awan Tinggi
Pada kawasan tropis, awan ini
terletak di ketinggian 6-18 km, pada kawasan iklim sedang awan ini terletak
pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutub terletak pada 3-8 km.
Awan yang tergolong ke dalam awan
tinggi adalah :
a.Awan Sirrus (Ci)

· Awan ini halus, dan berstruktur
seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung.Awan ini juga sering tersusun
seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu
pada satu atau dua titik horizon
· Awan ini tidak menimbulkan hujan.
· Awan ini terdiri daripada halbor
air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin pada atmosfer.
· Awan Sirus ini ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih dengan pinggiran
tidak jelas.
b.Awan Sirostratus (Ci-St)
· Bentuknya seperti kelembu putih
yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah, bisa juga
terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.
· Awan ini juga menimbulkan
hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya
terjadi di musim kemarau.
c.Awan Sirokumulus(Ci-Cu)
![]() |
Awan ini bentuknya seperti
terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti
sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan.
2.Kelompok Awan Sedang
Pada kawasan tropis awan ini
terletak di ketinggian 2-8 km, pada kawasan iklim sedang terletak di ketinggian
2-7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak di ketinggian 2-4 km.
Yang termasuk dalam awan sedang
antara lain :
a.Awan Altokumulus(A-Cu)
· Awan ini kecil-kecil, tapi
jumlahnya banyak
· Awan Altokumulus berwarna kelabu
atau putih dilihat pada waktu senja.
· Biasanya berbentuk seperti bola
yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak
saling bergandengan.
· Tiap-Tiap elemen nampak jelas
tersisih aantara satu sama lain dengan warna keputihan dan kelabu yang
membedakannya dengan Sirokumulus.
b.Awan Altostratus(A-St)
· Awan Altostratus berwarna
kekelabuan dan meliputi hampir keseluruhan langit.
· Awan ini menghasilkan hujan
apabila cukup tebal.
· Awan-awan di atas terbentuk pada
waktu senja dan malam hari dan menghilang apabila matahari terbit di awal pagi.
3.Kelompok Awan Rendah
Awan ini terletak pada ketinggian
kurang dari 3 km, yang tergolong ke dalam awan rendah antara lain :
a.Awan Stratokumulus(St-Cu)
· Awan ini berbentuk seperti
bola-bola yang seringg menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seperti gelombang.
· Lapisan awan ini tipis dan tidak
menghasilkan hujan.
· Awan ini berwarna kelabu/putih
yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil.
b.Awan Stratus(St)
· Awan ini cukup rendah dan sangat
luaas. Tingginya di bawah 2000 m.
· Lapisannya melebar seperti kabut
dan berlapis.
c.Awan Nimbostratus(Ni-St)
· Bentuknya tidak menentu ddengan
pinggir compang-camping.
· Di Indonesia awan ini hanya
menimbulkan gerimis.
· Awan ini berwarna putih gelap
yang penyebarannyaa di langit cukup luas.
4.Kelompok Awan Dengan
Perkembangan Vertikal
Awan ini terletak antara 500-1500
m, yang tergolong dalam awan dengan perkembangan vertikal antara lain :
a.Awan Kumulus(Cu)
· Merupakan awan tebal dengan
puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang
terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang
tajam dan dasar yang datar.
· Dasar ketinggian awan ini umumnya
1000 m dan lebaar 1 km.
b.Awan Kumulonimbus(Cu-Ni)
· Berwarna putih/gelap.
· Terletak pada ketinggian
kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih dari 3500 kaki. Awan
ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
· Awan ini berhubungan erat dengan
hujan deras, petir, tornado, dan badai.
Sedangkan berdasarkan bentuknya,
Awan terbagi menjadi 3 yaitu :
· Kumulus, yaitu aawan yang bentuknyaa
bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.
· Stratus, yaitu awan yang tipis dan
tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata.
· Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus
dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan.
11. Sebut dan jelaskan jenis-jenis
hujan menurut proses terjadinya!
Jawab :
Ada banyak sekali jenis jenis hujan, semua itu tergantung dari sudut
apa kita memandang nya. Kali ini saya menerangkan Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya:
1. Hujan siklonal, yaitu hujan yang
terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
2. Hujan zenithal, yaitu hujan yang
sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur
Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk
gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan
turunlah hujan.
3. Hujan orografis, yaitu hujan yang
terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin
tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi
kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
4. Hujan frontal, yaitu hujan yang
terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas.
Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih
berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah
sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
5. Hujan muson atau hujan musiman,
yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya
Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis
Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan
Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai
Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim
kemarau.










0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda