Senin, 19 Mei 2014

iklim matahari


TUGAS GEOGRAFI
Nama               : Hana Rokhichatul Janah
Kelas               : X pms 2
Lintas minat    : 2

1.      Apa yang dimaksud iklim matahari ? sebutkan jenisnya!
Jawab :
Iklim matahari adalah iklim yang di dasarkan pada perbedaan panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Iklim matahari dapat dibagi menjadi 4 yaitu iklim tropis, iklim subtropik, iklim sedang dan iklim dingin.
§  Iklim tropis terletak diantara 230 LU-230 LS. Di daerah ini terdapat iklim ekuatorial yang terletak
§  antara 100LU-100 LS dan iklim tropis yang terletak antara 100LU-23,50 LU dan 100 LS-23,50 LS.
§  Iklim subtropis terletak di daerah (230-350) baik LU maupun LS
§  Iklim sedang terletak di daerah (350-660) baik LU maupun LS
§  Iklim dingin terletak di daerah (660-900) baik LU maupun LS
2.      Apa yang dimaksud iklim fisis? Sebutkan jenisnya!
Jawab :
Iklim fisis adalah iklim yang menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wailayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Dasar penentu iklim adalah pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin san curah hujan. Iklim terbagi atas 4 iklim yaitu iklim laut, iklim darat, iklim daratan tinggi, iklim gunung dan pegunungan serta iklim muson.
iklim laut
iklim laut (maritim) daerah tropis dan di daerah sedang berbeda.
Ciri-ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis:
1.                   suhu rata-rata tahunan rendah
2.                   amplitudo suhu harian kecil
3.                   banyak awan serta sering terjadi hujan lebat disertai badai
ciri-ciri iklim laut di daerah sedang:
1.                   amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
2.                   banyak awan, banyak hujan di musim dingin
3.                   pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak
iklim darat           
ciri-ciri iklim darat di daerah tropis:
1.                   amplitudo suhu harian sangat besar, sedangkan tahunannya kecil
2.                   curah hujan sedikit, sebentar dan di sertai taufan
ciri-ciri iklim darat di daerah sedang:
1.                   amplitudo suhu harian besar
2.                   suhu rata-rata musim panas cukup tinggi dan musim dingin rendah
3.                   curah hujan sangat sedikit dan jatuh hujan pada musim panas

Iklim daratan tinggi
Ciri -ciri:
1.                   amplutido suhu harian dan tahunan besar
2.                   udara kering, lengas nisbi sangat rendah dan jarang turun hujan
Iklim gunung
Ciri -ciri:
1.                   amplitudo suhu kecil dibandingkan iklim daratan tinggi
2.                   hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayang- 
           bayang hujan
3.                   kadang banyak turun salju
Iklim  muson (musim)
iklim di daerah-daerah yang dilalui angin muson yang berganti arah setiap setengah tahun.
Ciri-ciri:
1.                   setengah tahun bertiup angin laut yang basah yang akan menimbulkan hujan
2.                   setengah tahun berikutnya bertiup angin darat yang kering akan menimbulkan musim kemarau
3.      Sebutkan ciri-ciri iklim laut dan iklim muson!
Jawab :
Iklim laut
iklim laut (maritim) daerah tropis dan di daerah sedang berbeda.
A.    Ciri-ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis:
Ø  suhu rata-rata tahunan rendah
Ø  amplitudo suhu harian kecil
Ø  banyak awan serta sering terjadi hujan lebat disertai badai
B.     Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang:                     
Ø  amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
Ø  banyak awan, banyak hujan di musim dingin
Ø  pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak
C.    iklim muson (musim)
iklim di daerah-daerah yang dilalui angin muson yang berganti arah setiap setengah tahun.
Ciri-ciri:
Ø  setengah tahun bertiup angin laut yang basah yang akan menimbulkan hujan
Ø  setengah tahun berikutnya bertiup angin darat yang kering akan menimbulkan musim kemarau
4.      Sebutkan ciri-ciri iklim darat atau kontinental! Berikan contoh negara yang beriklim kontinental!
Jawab :
Iklim  darat         
ciri-ciri iklim darat di daerah tropis:
ü  amplitudo suhu harian sangat besar, sedangkan tahunannya kecil
ü  curah hujan sedikit, sebentar dan di sertai taufan
ciri-ciri iklim darat di daerah sedang:
ü  amplitudo suhu harian besar
ü  suhu rata-rata musim panas cukup tinggi dan musim dingin rendah
ü  curah hujan sangat sedikit dan jatuh hujan pada musim panas
Wilayah yang memiliki iklim kontinental terletak di Belahan Utara, dan juga pada wilayah dengan ketinggian yang tinggi, misalnya Republik Makedonia.
5.       Jelaskan pembagian iklim menurut jung hunn!
Jawab :
Klasifikasi iklim menurut Junghunn
F. Junghuhn seorang berkebangsaan Belanda mengadakan penelitian di Sumatra Selatan dan Dataran Tinggi Bandung. Berdasarkan hasil penelitiannya F. Junghuhn membagi iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat.
Empat daerah iklim menurut F. Junghuhn adalah sebagai berikut:
o   Zona Iklim Panas
Zona iklim panas terletak pada daerah dengan ketinggian antara 0 – 650
meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C.
o   Zona Iklim Sedang
Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara 650 – 1500
meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C.
o   Zona Iklim Sejuk
Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500
meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C.
o   Zona Iklim Dingin
Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas 2500  meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C.
6.      Jelaskan pembagian iklim menurut Koppen!
Jawab :
Klasifikasi iklim menurut Koppen
Seorang ahli klimatologi dari Universitas Graz Austria, Wladimir  Koppen  (1918) mencoba membuat sistem peng golongan iklim dunia berdasarkan unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan, suhu, dan kelembapan.  Klasifikasi iklim Koppen menggunakan sistem huruf. Huruf pertama dalam sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas 5 huruf kapital yang menunjukkan karakter suhu atau curah hujan. 

Kelima jenis iklim tersebut adalah sebagai berikut :
1.   Iklim A (Iklim tropis), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin masih lebih dari 18°C. Adapun rata-rata kelembapan udara senantiasa tinggi.
2.   Iklim B (Iklim arid atau kering), ditandai dengan rata-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan dengan curah hujan yang jatuh, sehingga tidak ada kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen.
3.   Iklim C (Iklim sedang hangat atau mesothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah di atas -3°C, namun kurang dari 18°C. Minimal ada satu bulan yang melebihi ratarata suhu di atas 10°C. Iklim C ditandai dengan adanya empat musim (spring, summer, autumn, dan winter).
4.   Iklim D (Iklim salju atau mikrothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah kurang dari –3°C.
5.   Iklim E (Iklim es atau salju abadi), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terpanas kurang dari 10°C. Di kawasan iklim E tidak terdapat musim panas yang jelas.

Huruf kedua menunjukkan tingkat kelembapan, tingkat kekeringan, atau kebekuan wilayah.
 Untuk tipe iklim A, C, dan D huruf keduanya antara lain:
§  huruf f menunjukkan lembap, ditandai dengan curah hujan cukup setiap bulan dan tidak terdapat musim kering;
§   huruf w menandai periode musim kering jatuh pada musim dingin (winter);
§   huruf s menandai periode musim kering jatuh pada musim panas (summer);
§   huruf m menunjukkan muson, ditandai dengan adanya musim kering yang jelas walaupun periodenya pendek.
Khusus untuk tipe iklim B, huruf keduanya adalah:
§  huruf s (steppa atau semi arid), ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 380 mm – 760 mm, dan
§  huruf w (gurun atau arid), ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan kurang dari 250 mm.
Khusus untuk tipe iklim E, huruf keduanya adalah:
§  huruf t artinya tundra;
§  huruf f artinya salju abadi (senantiasa tertutup es);
§  huruf h artinya iklim salju pegunungan tinggi.


Kombinasi dari kedua kelompok huruf dalam sistem penggolongan iklim Koppen adalah sebagai berikut.
 Af artinya iklim hutan hujan tropis.
 Aw artinya iklim savana tropis.
 Am artinya pertengahan antara iklim hutan hujan tropis dan savana.
 BS artinya iklim steppa.
 BW artinya iklim gurun.
 Cw artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan winter yang kering.
 Cs artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan summer yang kering.
 Cf artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dan lembap sepanjang tahun.
 Df artinya iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) dan lembap sepanjang tahun.
 Dw artinya iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) dengan winter yang kering.
 ET artinya iklim tundra.
 EF artinya iklim kutub (senantiasa beku).
 EH artinya iklim salju pegunungan tinggi.
Tabel iklim kopen
Tipe Iklim
Ciri-ciri iklim
Vegetasi
Persebaran
Af = iklim hujan tropik
Mempunyai temperatur yang sangat seragam tinggi antara 25o-44oC. Hujan lebat dan merata sepanjag tahun
Hutan Hujan Tropis Hutan musiman
Berada di wilayah ekuator (daerah yang beriklim tropis). Asia, amerika selatan dan afrika (kongo).
Aw = Iklim savana tropik
Mempunyai jumlah hujan yang lebih sedikit Hujan tidak merata dan tidak teratur sepanjang tahun (ada musim hujan dan musim kemarau)
Savanna
Berada di wilayah perbatasan antara iklm subtopis dan iklim tropis.(Afrika)
Bs = iklim stepa
Mempunyai iklim ekstrem (kering) Temperatur dibatasi oleh iklim Aw pada arah ekuator Hujan lebih sedikit
Stepa
Peralihan antara iklim lembab dan padang pasir.
Bw = iklim gurun
Mempunyai iklim ekstremkelembaban udara rendahPada siang hari suhu mencapai 45 C, malam bisa mencapai 0 C
Padang pasir (gurun)
Berada pada iklim tropis dan subtropis. (australia utara, arab, cina)
Cs = iklim hutan sedang, panas dengan musim panas yang kering
Pada bulan-bulan musim dingin temperatur rata-rata antara 4-10oC dan musim panas 21-26Oc Curah hujan pada musim dingin sangat kecil (375-625 mm) dan pada musim panas sama sekali kering.
Stepa
Berada di iklim subtropis (chili, kalifornia tengah, Afrika selatan)
Da = iklim kontinental lembab, musim panas yang hangat
Musim panas panjang, hangat dan lembab Temperatur pada musim dingin rendah Curah hujan lebih sedikit
Padang rumput (prairi)
Berada pada wilayah yang memiliki iklim kontinental seperti amerika serikat, dan Eropa
Et = iklim tundra
Temperatur bulan terpanas antara 0-10c Curah hujan sangat rendah
Tundra (lumut)
Berada di wilayah yang berbatasan antara iklim pertengahan dengan iklim es abadi. (Amerika Utara dan Greenland)
Ef = iklim es abadi
Temperatur paling rendah (< - 20) Curah hujan turun sebagai salju
Tidak ada vegetasi
Berada di wilayah antartika

7.      Menurut Koppen Indonesia berikklim apa?
Jawab :
Tipe iklim       : Af = iklim hujan tropik
Ciri-ciri iklim : Mempunyai temperatur yang sangat seragam tinggi antara 25o -40oC. Hujan lebat dan merata sepanjag tahun.
Vegetasi          : Hutan Hujan Tropis Hutan musiman
Persebaran     : Berada di wilayah ekuator (daerah yang beriklim tropis). Asia, Amerika selatan dan Afrika (Kongo).
8.      Jelaskan pembagian iklim menurut Schmid – Ferguson!
Jawab :
Klasifikasi iklim menurut Schmidt–Ferguson
Schmidt–Ferguson mengklasifikasikan iklim berdasarkan jumlah rata-rata bulan kering dan jumlah rata-rata bulan basah. Suatu bulan disebut bulan kering, jika dalam satu bulan terjadi curah hujan kurang dari 60 mm. Disebut bulan basah, jika dalam satu bulan curah hujannya lebih dari 100 mm.
Kriteria yang digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan lembab dan kering adalah sebagai berikut :
§  Bulan Basah (BB) : jumlah curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.
§  Bulan Lembab (BL) : jumlah curah hujan antara 60-100 mm/bulan.
§  Bulan Kering (BK) : jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/bulan
Iklim Schmidt dan Ferguson sering disebut juga Q model karena didasarkan atas nilai Q. Nilai Q merupakan perbandingan jumlah ratarata bulan kering dengan jumlah rata-rata bulan basah. Nilai Q dirumuskan sebagai berikut.

Klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson yaitu sebagai berikut:

Zona Iklim
Keterangan
A
Wilayah sangat basah dengan vegetasi hutan hujan tropika
B
Wilayah basah dengan masih vegetasi hutan hujan tropika
C
Wilayah yang agak basah dengan vegetasi hutan rimba, di antaranya terdapat jenis vegetasi yang daunnya gugur pada musim kemarau, misal jati
D
Wilayah sedang dengan vegetasi hutan musim
E
Wilayah agak kering dengan vegetasi hutan sabana
F
Wilayah kering dengan vegetasi hutan sabana
G
Wilayah sangat kering dengan vegetasi padang ilalang
H
Wilayah luar biasa kering (ekstrim kering) dengan vegetasi padang ilalang


9.      Perhatikan tabel dibawah ini!
Data curah hujan desa X. Sbb :
Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
 mm
101
110
94
91
80
76
60
57
48
42
61
97
Tentukan iklim desa X menurut Schmidt dan Ferguson!
Jawab :

v  Bulan 1 s.d 2               : bulan basah
v  Bulan ke- 3,4,5,6,7,11,12        : bulan lembab
v  Bulan ke 8 s.d 10                    : bulan kering
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa desa X beriklim lembab.
10.  Sebutkan jenis-jenis awan!
Jawab :
KLASIFIKASI AWAN
Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal.

1.Kelompok Awan Tinggi
Pada kawasan tropis, awan ini terletak di ketinggian 6-18 km, pada kawasan iklim sedang awan ini terletak pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutub terletak pada 3-8 km.
Awan yang tergolong ke dalam awan tinggi adalah :

a.Awan Sirrus (Ci)
·       Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung.Awan ini juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon
·       Awan ini tidak menimbulkan hujan.
·       Awan ini terdiri daripada halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin pada atmosfer.
·       Awan Sirus ini ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas.

b.Awan Sirostratus (Ci-St)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpNzHoziRZdLXC8mLUYN8bOAF0Cq9Y-KTiyKt2C-_PD38ub-ghM8PQYRSDvDCmSai0sNZcIQGdCG0nc9M363SF1TwiJdKyd-1pEH4KjhSqldh0jbg0Ivm_IeNcuowXnpmb9kCqdYYBhU/s1600/Sirostratus.jpg
·       Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah, bisa juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.
·       Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.

c.Awan Sirokumulus(Ci-Cu)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeqc5xKbDZduj6KEjg7bKuQEaGmUNCY1weoIdbC5XuIcQmzjpiZJjUwqRwAqhStUywn3rCNhnJelZ-geP_3zt61gV5uoJ7v2LZpNMRXGE4txahwzpDL_XDR3h11nU1RK0QsNdCeV-L_L8/s1600/Sirokumulus.jpg

Awan ini bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan.

2.Kelompok Awan Sedang
Pada kawasan tropis awan ini terletak di ketinggian 2-8 km, pada kawasan iklim sedang terletak di ketinggian 2-7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak di ketinggian 2-4 km.
Yang termasuk dalam awan sedang antara lain :

a.Awan Altokumulus(A-Cu)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_arHoVDrs8Si6FOa3uROrfZDMopf8q8NIsQ1ySyddsZ6LgatCfP5U1t0oPwlmCLs7InnuE7y-2sBUrC3GQQgTAoq6BsOCXHYun86ruTN3QbJ6aMFICszcGvNzzMJ-YhVg-mrKDIqsq4A/s1600/Altokumulus.jpg

·       Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak
·       Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.
·       Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.
·       Tiap-Tiap elemen nampak jelas tersisih aantara satu sama lain dengan warna keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Sirokumulus.

b.Awan Altostratus(A-St)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbZqFE5UpXo28kTPxJ6JPop9a03gxDGGKEwZzacTfY7nz7HfRX0n8JXrDEKS1um6crjaAcIaEurEHE8OAdTkIalMwODtjiBpRIlcMtJeUh5BvK3sQ1_92QiYVwF6cwV_jjznuEuUPjwpk/s1600/Altostratus.jpg

·       Awan Altostratus berwarna kekelabuan dan meliputi hampir keseluruhan langit.
·       Awan ini menghasilkan hujan apabila cukup tebal.
·       Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan malam hari dan menghilang apabila matahari terbit di awal pagi.

3.Kelompok Awan Rendah
Awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km, yang tergolong ke dalam awan rendah antara lain :

a.Awan Stratokumulus(St-Cu)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkYutUqYG0TDuTq0w9VwZ84CD7j5JDytrHNu2mQKqFcCb7DdELtBK3zTEnhgjAdJZluaVqr1S8UF1RwEWyGODUfvNIez2M0t_Z-ppdKC1Zviq5dekzBVXTPsfK6Gz98_pq0zTJfjV1ePw/s1600/Stratokumulus.jpg

·       Awan ini berbentuk seperti bola-bola yang seringg menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seperti gelombang.
·       Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.
·       Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil.

b.Awan Stratus(St)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgueYwaSIiRGwSFO1bTtBgLgtAFU1W6JT9EcUeHzR_zTN-A1ZaOHtwpZJsGZ-Er57Cdt6HPTrZ7l-lTHZPS7N1t_hxNRWeXqKECg-i-bdcLkPLDHa3k6tRpWZnjKlXpBz69VGkKnIKzreQ/s1600/Stratus.jpg

·       Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Tingginya di bawah 2000 m.
·       Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.

c.Awan Nimbostratus(Ni-St)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioH1_YwerI4VjHIM8XcKEfvUc95q-mxOblJKnLrqmh5pT_EwwadJ6dXZyZAFV2DPzKBKXUmaZVD_uEGCrYQZ5MhzSL5B6CUNeVwYoQ3MfxWAZq9MzFyIo-zdSHUsJ77fie_GzAVRZL9sc/s320/nimbostratus.jpg
·       Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.
·       Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.
·       Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas.

4.Kelompok Awan Dengan Perkembangan Vertikal
Awan ini terletak antara 500-1500 m, yang tergolong dalam awan dengan perkembangan vertikal antara lain :

a.Awan Kumulus(Cu)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqWICiS84Ibu5VOmG91Csc92dNOT3gyLWsHvyTFXWbTZlTPhf-F3YAy10yq5uu1Lh_imwXrY6-gS0q4GoxRQpzZn0IfZheYdyLuXW1EtCa7dAkmJ93pbtge8wcFzH4NMoPlcxgkfsYYac/s1600/Kumulus.jpg

·       Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.
·       Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebaar 1 km.

b.Awan Kumulonimbus(Cu-Ni)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj7SmyY47co3KWuu76jRYY9glHn1KTw9KmC-y8kFNnj1CnNPXGyOa7ewAiVr-3cd21wA0mXj21hvcO73IdSFYnvi-QjixpUwP5SBcd7MBRe-V4lvIhE6gNYSB9hcDhMS-T-AqMd6b8KPE/s1600/Kumulonimbus.jpg

·       Berwarna putih/gelap.
·       Terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih dari 3500 kaki. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
·       Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, petir, tornado, dan badai.

Sedangkan berdasarkan bentuknya, Awan terbagi menjadi 3 yaitu :
·       Kumulus, yaitu aawan yang bentuknyaa bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.
·       Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata.
·       Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan.
11.  Sebut dan jelaskan jenis-jenis hujan menurut proses terjadinya!
Jawab  :
Ada banyak sekali jenis jenis hujan, semua itu tergantung dari sudut apa kita memandang nya. Kali ini saya menerangkan Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya:
1.      Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
2.      Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
3.      Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
4.      Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
5.      Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.